Sebuah Penyadaran Diri

IMG-20160217-WA0005
Default face

Aku menyukai Jogja sama seperti menyukai teh tawar hangat yang kental. Jogja satu-satunya kota yang kukunjungi berkali-kali. Apakah aku bosan? Tentu tidak, karena disetiap pertemuannya, Jogja menawarkan cerita berbeda. Ijinkan kali ini aku bercerita tentang Jogja melalui beberapa foto yang akan diposting.

Aku tidak akan cerita budget dan itennary nya, bahkan dengan siapa saja aku pergi kesana. Aku hanya akan bercerita versi sendiri seperti orang yang sedang melakukan perjalanan sendirian, menghayati lalu mempostingnya disini.

IMG-20160220-WA0023
Ladang dibalik jendela kereta yang tak bisa dilewatkan begitu saja
IMG-20160218-WA0006
Menyapa “mbak atau mas” di Raminten
IMG-20160313-WA0063
Ramai relief
IMG-20160217-WA0004
Mana batu, mana aku?
IMG-20160313-WA0024
Ada rahasia di dalam gerbang ini

Lalu aku mendapat sebuah penyadaran kecil, bahwa Jogja adalah sebuah tempat yang baik untuk permulaan juga penghabisan. Mari kembali pada apa-apa yang telah kamu usahakan, Jogja hanya bentuk pelarian tidak lebih tidak kurang (karena tidak bisa hidup di dalamnya).

-Tahun lalu, waktu Jogja sering hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s