Tu Sehat, Kamu Lagi Apa di Pare ?

img-20161002-wa0026
TOEFL CAMP A – Jodipan, Malang

Berawal dari pertanyaan seperti itu akhirnya saya menulis kegiatan saya selama di Pare sejak awal September hingga hari ini. Sudah hampir dua bulan saya berada di Pare, sebuah desa di Kediri Jawa Timur yang dikenal dengan Kampung Inggris. Nah disini saya akan menumpah ruahkan semuanya, saya akan cerita semua pengalaman “kebetahan” dan “ketidakbetahan” saya selama di Pare. Sesuai dengan apa yang kamu tanyakan. Let’s begin and take your popcorn.

Kok bisa ke Pare Tu ?

Setelah Agustus berakhir dan kontrak kerja (di Jakarta) juga berakhir, saya memiliki pilihan untuk melanjutkan kontrak atau kembali melanjutkan apa yang ingin saya capai. Singkat cerita akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Bandung, namun sayangnya saya harus menunggu hingga pertengahan 2017 untuk melanjutkannya. Saya berfikir, what must I do for this situation? Enaknya ngapain nih sambil nunggu, kayaknya saya juga butuh persiapan. Oia bahasa Inggris saya jelek banget, kenapa gak kursus dulu aja? Waktu yang saya punya banyak banget nih, apa saya ke Pare aja? Aha.

Tiket Keretanya berapaan? Berapa lama perjalanan?

Setelah meminta ijin ke orang tua dan minta doanya, malam Idul Adha, 12 September 2016 saya berangkat naik kereta ekonomi jurusan Kiara Condong – Kediri. Mungkin karena lebaran jadi saya tidak beruntung dapet tiket kereta ekonomi Kahuripan seharga 85.000,- sebagai gantinya saya mendapat tiket ekonomi kereta Malabar seharga 220,000,- sayang banget kan. Selisihnya jauh tapi sama-sama ekonomi.

Saya membawa satu ransel dan satu tas baju (bukan koper). Oia kalau untuk bawa barang saat bepergian saya termasuk yang simple, seperlunya aja, bener-bener seperlunya. sampe teman satu Camp pernah ketawa ngeliat saya cuma bawa handuk super kecil dan saya jawab enteng “sama-sama bisa lap badan kan.” Atau jangan heran kalau ada yang tanya, “bawaan kamu segini aja tu?” atau “kamu cuma bawa ini aja?” Iya terus aku kudu bawa apalagi? Kalau baju, aku mikirnya ya ngapain bawa banyak, secukupnya aja toh bisa di cuci, juga kalau bawa sandal sebaiknya yang multifungsi kayak sandal outdoor “macem eiger”hahaha yang bisa di pake ke berbagai situasi dan kondisi.

Kereta dari Kiara Condong Bandung ke Kediri membutuhkan waktu kurang lebih 13 jam. Untuk kenyamanan biasanya saya sewa bantal lima ribu rupiah ke petugas kereta atau kalau kamu punya bantal leher sebaiknya kamu bawa saat perjalanan panjang kayak gini. Kali ini saya melakukan perjalanan malam, 70% waktunya saya gunakan untuk tidur, dan sisanya saya gunakan untuk makan.

Kereta ekonomi ini menarik bagi saya, karena kita akan duduk berhadap-hadapan dengan penumpang lain. Apalagi waktu bangun tidur saling memandang hahaha, nah sebaiknya kamu bawa masker ya untuk mengcover wajah kamu waktu tidur, atau kalau kamu pake kerudung pasmina ya tinggal tutup aja wajahnya. Kalau kamu tipe orang yang mudah akrab ada baiknya kamu menyapa teman seperjalanan. Saya pernah berkenalan dengan mba-mba Bandung yang mau jalan-jalan ke Jawa Timur. Terus kita ngobrol soal makanan enak di Bandung dan di Jawa Timur. Informasi penting dan rahasia kayak gini bisa kamu dapet saat melakukan perjalanan hehehe.

Ini pengalaman pertama naik kereta sendiri, selama 13 jam dan pergi ke Jawa Timur. Biasanya paling jauh cuma nyampe Jogjakarta itupun ditemenin. Kalau di balik jendela kereta sudah nampak kebun jagung yang luas-luas itu tandanya kamu udah sampe di Jawa (orang sunda nyebut Jawa Tengah atau Jawa Timur cukup dengan Jawa hahaha padahal Jawa Barat juga ada di Jawa). Begitu turun dari kereta, kamu akan mencium wangi yang beda. Wangi Jawa Timuran. Wangi Nasi jagung iwak peyek. Wiiiiii

Disana Belajar apa aja? Udah jago dong ngomongnya?

Nah ada baiknya sebelum kamu ke Pare untuk belajar Bahasa Inggris, kamu harus tau dulu apa yang ingin kamu pelajari disini, speaking-nya kah atau grammar-nya kah ? Karena setiap tempat kursus punya program unggulan masing-masing jadi harus pinter-pinter pilih yaa. Tentukan dulu tujuan kamu belajar disini untuk ngejar apa. Dari awal niat saya ke Pare untuk persiapan Tes TOEFL, karena itu saya ambil TOELF CAMP di Elfast. Untuk TOEFL ada dua tempat kursus yang cukup terkenal Elfast dan Test harganya tidak jauh berbeda.

Kampung Inggris, Pare tidak seperti apa yang orang-orang bilang. Tidak semua memakai bahasa inggris. Namun diseluruh wilayah ini banyak sekali tempat kursus, ibarat kalau kamu lagi berdiri di jalan utama, depan, belakang, kanan, kiri kamu itu tempat kursus semua. Makanya, harus pinter memilih program ya. Usahakan program yang bener-bener menunjang apa yang hendak kamu capai. Misalnya kamu jangan ambil Basic Grammar kalau mau bisa ngomong, tapi harusnya kamu ambil Grammar for Speaking. Karena Basic Grammar umumnya dipake untuk orang-orang yang belajar nulis dalam bahasa inggris.

Kayak gimana tuh TOEFL Camp ?

Program TOEFL CAMP yang saya ambil dari tempat kursus bernama Elfast, harganya 675.000/sebulan sudah termasuk program TOEFL dan Camp nya atau tempat tinggalnya. Sebenarnya sama aja dengan program TOEFL regular cuma bedanya di Camp ada kelas tambahan setelah subuh biasanya diisi materi Vocab atau Speaking dan selama di Camp harus menggunakan bahasa inggris untuk semua obrolan.

Ini pengalaman pertama saya tinggal di asrama, sekamar dengan tiga orang perempuan lainnya, Shella dari Lampung, Gadis Intan dari Sragen dan Uni Winda dari Padang. Kasurnya bertingkat, saya tidur dibagian atas dekat dengan lampu. Awal saya datang ke Pare, disana sedang dilanda musim panas yang cukup ekstrim, panasnya kebangetan dan tidak pernah setetespun hujan. Saya kalau pulang kelas, langsung rebahan di lantai bener-bener panas. Kata Mbok Min, ibu yang jaga Camp, awal September itu emang Pare lagi panas-panasnya. Teman-teman saya banyak yang drop karena cuaca dan kecapean. Jadi kalau kamu ke sini jangan lupa bawa vitamin ya.

20160929_101230
Temen-temen dari Camp LOGICO dan TT One

Elfast memiliki dua Camp putri untuk TOEFL, pertama di Logico dan kedua di TT One. Nah saya di Logico, katanya lebih ketat dalam pengawasan bahasa-nya di bandingkan dengan TT One. Suasana di Camp selalu ramai (maklum ada sekitar 20 orang lebih perempuan dalam satu rumah), makan siang bareng di depan TV, sholat berjamaah, berangkat kelas konvoi pake sepeda bareng-bareng. Seru banget berasa punya keluarga baru.

Karena ini program TOEFL maka ada scoring prediksi untuk memprediksi sejauh mana pemahaman kita terhadap soal TOEFL tersebut. Di program ini saya mendapat scoring sebanyak 13 kali, 3 kali dalam seminggu biasanya Senin, Rabu dan Jumat malam. Scoring dimulai pukul 19.00-21.00. Dua jam tersebut digunakan untuk menjawab soal berupa Listening, Structure dan Reading. Dan jam malam berlaku untuk semua penghuni Camp, yaitu jam 21.30.

Jadwalya kurang lebih seperti ini jadwal harian saya saat di Camp. Jam 04.00 solat Shubuh, dilanjutkan kelas pagi jam 05.00-06.00, dilanjutkan jam 07.00-12.00 kelas Listening, Structure, dan Reading. Jam 16.00-17.30 Study Club membahas soal TOEFL. Jam 19.00-21.00 Scoring (kalau tidak ada jadwal scoring bisa baca buku atau leha-leha sambil ngerjain tugas :D). Oia kalau dihitung-hitung satu bulan belajar di Pare durasinya sama dengan dua bulan belajar di tempat kursus seperti di Bandung misalnya, karena satu bulan disini memiliki durasi 20 kali pertemuan, sedangkan di Bandung 4-8 kali pertemuan perbulan.

Terus begitu sampai satu bulan. Kadang berasa kekuras banget tenaganya, tapi jangan khawatir karena Sabtu dan Minggu kelas diliburkan, jadi bisa dimanfaatkan untuk refreshing. Biasanya saya olahraga sepedahan sama temen-temen ke Stadion Canda Birawa, pulangnya beli ketan susu. Atau bisa juga berkunjung ke kota yang gak jauh dari Kediri, seperti Malang dan Surabaya.

img-20160925-wa0001
Car Free Day dan Lari Pagi di Stadion Canda Birawa

Biaya hidup di sana mahal gak ?

Biaya hidup disini relatif terjangkau. Mungkin kalau di bandingkan dengan Jakarta dan Bandung lumayan jauh. Sebagai gambaran untuk makan sehari-hari kalau beli di warung nasi depan Elfast saya hanya mengeluarkan uang 4000-6000,- rupiah.

20161027_075257
Makan Nasi Kuning + 2 Tempe + Sayur = 4000,- Ssstt porsi nasi bisa disesuaikan :p

Karena makan kesukaan saya tempe dan sayur jadi lauknya gak pernah aneh-aneh. Paling kalau gak tempe ya tahu. Tapi kalau lagi kepingin makan ayam atau menu lainnya saya pilih-pilih, rasanya harus enak.

Ayam goreng recomend di Pare, Ayam Goreng Singgahan itu bumbunya meresap gitu terus daginnya renyaah, enak deh harganya 10.000,- Kalau soto, Soto Lamongan depan Taman Kili Suci harganya 12.000,- itu enak banget. Nanti deh saya tulis makanan-makanan enak yang ada di Pare. Oia awal-awal ke Pare sempet gak nafsu makan, karena belum nemu warung nasi yang pas (beberapa kurang bumbu, kurang asin dan manis semua). Akhirnya nemu warung makan depan Elfast yang ada pedes-pedesnya dan Mba Nur – Warung makan di Jalan Anyelir yang asinnya pas dan bumbunya pas.

Btw selama disini kamu diharuskan untuk sewa sepedah, kecuali kalau tempat kursus dan tempat tinggal kamu deketan cukup berjalan kaki. Kamu bisa sewa sepedah kisaran 50,000,- sampai 100.000,-/ bulan tergantung dari fisik sepedah. Semakin lama tipe sepedah semakin murah.

20160924_100851
Sepedahan bareng Ela teman lama yang ketemu lagi di Pare

Sebenernya program TOEFL Camp sudah berakhir pada 10 Oktober lalu, tapi saya memutuskan untuk lanjut ke program Basic Grammar 1 & 2. Saya membayar 410.000,- untuk dua program ini, masih di tempat kurus yang sama yaitu Elfast. Untuk bulan ini saya tidak lagi tinggal di Camp tapi mengambil kos yang ada di Jalan Anyelir depan Toko Buku Berkah. Harga kos perbulannya 250.000,- perorang sudah free wifi. Saya kos bersama Ela teman satu jurusan dulu di Jurnalistik dan kami secara kebetulan bertemu di Pare. Oia saya juga secara tidak sengaja satu kelas dengan Kak Ridho teman di FIM. Gak nyangka ya. Begitulah perjalanan selalu memberi kejutan-kejutan kecil yang tidak disangka-sangka.

Jadi udah kejawab semua kan pertanyaan kamu ? Udah kebayang kan Pare kayak gimana 🙂

Advertisements

One thought on “Tu Sehat, Kamu Lagi Apa di Pare ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s