Menjadi Batu selama Tiga Tahun

ratu arti wulan sari (2)Sore ini saya menjabat tangan seseorang yang sudah lama sekali tidak saya dengar sapaannya bahkan suaranya. Kami tidak pernah saling tegur selama tiga tahun. Tidak tahu pasti penyebabnya,  yang jelas tidak saling melempar kata sedikitpun. Ketika berpapasan dengan saya (mungkin) dia berpura-pura tidak melihat dan tidak menganggap saya ada, begitu sebaliknya. Bukan karena dendam atau benci.  Ada hal yang mengganjal dalam hati membuat saya kikuk untuk membuat secuil obroan dengannya. Rasanya harus mengumpulkan tenaga ekstra untuk sekedar bilang “Hai” atau “Apa kabar?”

Pernah saya ingin sekali duduk bersebelahan dengan dia dan saya mau bilang “Maafkan kalau saya punya banyak salah, ayok kita saling tukar unek-unek,” tapi itu cuma bualan manis ketika saya ingat tentang dia. Kenapa dia begitu acuh yang akhirnya membuat saya juga acuh. Ada temanku yang ikut nyeletuk, “kamu padahal tinggal tanya aja, salahnya dimana? Kasih tau biar gak diem-dieman kaya gak kenal aja.”

Beberapa hari saya berfikir strategi untuk bisa minimal menyapa kalau ketemu nanti, tapi apa daya setiap berpapasan lidah saya selalu kaku, yang ada saya melipir pura-pura enggak liat. Hari-hari berikutnya saya biarkan semuanya berjalan normal, hemat saya walaupun dia tidak menegur toh hidup saya tetap menjadi luar biasa, dan hidupya juga saya rasa.

Seperti yang sudah saya duga hidup saya menjadi normal-normal saja, saya anggap tidak tegur sapa ini menjadi hal yang wajar. Tidak terasa lidah batu kami (saya dan dia) telah berlangsung selama tiga tahun. Padahal masalahnya hanya dari komunikasi yang terhambat, sehingga terputusnya tali silaturahmi (ngeri ya hal spele bisa sebesar ini). Sore ini tanpa basa-basi ketika ia berada dihadapan saya jabat erat tangannya, saya bilang “selamat” atas pencapaian yang ia dapatkan. Hati saya juga lega jauh lebih baik dari sebelumnya, ketika mendapati kami bisa cair lagi dengan saling melempar kata. Maafkan saya jika banyak salah.

Taman kampus, 1 Juli 2015. Dedikasi untuk teman perempuan saya yang hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s