Pada malam ke Seribu

Ada kenangan yang mesti manusia ingat sepanjang hidupnya, beberapa ada hal yang mudah dilupakan. Kejadian yang sudah terlewati menumpuk dan memiliki label masing – masing. Mereka begitu rapih berbaris dalam loker ingatan. Tidak kurang dari tiga tahun yang lalu aku menemukan sebuah potongan kecil puzzle. Ia tidak begitu mengkilap, bahkan  kesederhanaan warnanya mengantarkankan mataku untuk  memperhatikan gerak – geriknya.

Kritis, cerdas, pandai bicara, bersahaja adalah hal yang tidak mudah untuk diabaikan begitu saja. Ia seumpama puzzle yang begitu hidup dan sulit ditebak. Dalam hari – hari berikutnya ada satu masa dimana langit tidak terlihat merah jambu. Ia tenggelam jauh dalam kotak masuk pesan singkat apalagi panggilan masuk telpon genggam. Tak ada pembaharuaan namanya. Aku menatap nanar berbulan – bulan.

Aku biarkan semuanya hidup, aku umpamakan daun yang menyerap sinarnya disegala musim. Tak perlu merisaukan aku yang tetap berada di tempat semula. Sedangkan ia asik berotasi mengelilingi alam semesta. Toh, akhirnya ia kembali pada tempat yang sama. Berdiri di hadapanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s