Seren Taun ; Rasa Syukur Rakyat Sunda

Gambar

                Suara instrumen angklung menggema dari pelataran panggung yang menghadap kearah barat. Laki – laki berbaju hitam dengan iket (ikat kepala corak batik) lalu-lalang mudah sekali ditemui. Sedangkan para Ibu dan anak perempuan sibuk menjamu tamu yang bertandang.

Suasana semakin mengental, ketika instrumen angklung dibumbui nyanyian sunda yang khas. Pekan akhir bulan Agustus, menjadi pilihan masyarakat kampung Cisitu untuk menggelar acara Seren Taun atau disebut juga dengan Serah Tahun. Seren Taun merupakan pesta panen rakyat yang digelar setiap satu tahun sekali.

Secara geografis Kampung Cisitu terletak di Desa Mulyajaya Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Merupakan salah satu desa yang rutin mengadakan acara Seren Taun.  Kawasan ini berjarak sekitar… km kearah selatan dari Kota Provinsi.

Selain Kampung Cisitu, ada beberapa desa yang juga rutin mengadakan pesta rakyat Seren Taun, yaitu Cisungsang, dan Cicarucup yang jaraknya masih berdekatan dan masih berada dalam Kabupaten Lebak. Selain di Banten Kidul acara pesta rakyat serupa ada di daerah lain seperti, Ciptagelar Kabupaten Sukabumi, Cigugur Kabupaten Kuningan dan  Kampung  Naga Kabupaten Tasikmalaya.

Tiga hari sebelum upacara adat dimulai, dimeriahkan oleh musik dangdut, aliran musik yang digemari rakyat dan tak pernah usang. Kemudian malam berikutnya, Wayang golek digelar hingga menjelang subuh. Salah satu tarian khas sunda yaitu Tarian Jaipong juga ikut ambil bagian dalam menyemarakan pesta rakyat di Desa Cisitu.

Rumah Adat Desa Cisitu telah dipenuhi oleh masyarakat. Minggu pagi upacara Seren Taun akan digelar. Dimulai dengan gegendek lisung (menumbuk padi) yang dilakukan oleh para ibu – ibu. Lalu diringi music angklung. Beberapa laki laki membawa pocongan (padi yang masih memiliki batang kemudian diikat dengan bambu) hasil panen.

Leweng hejo rakyat ngejo ( hutan lestari masyarakat sejahtera)” Ucap Olot Okri, Ketua Adat Desa Cisitu ketika membuka upacara adat. Desa yang dihuni sekitar 1548 kepala keluarga ini rata – rata memiliki mata pencaharian sebagai petani juga penambang emas. Seren taun yang diadakan setiap tahun, menjadi  rasa bersyukur atas limpahan kekayaan alam yang tersedia.

Angklung yang digunakan dalam pesta rakyat ini berbeda. Bentuknya besar, memiliki tinggi seluruhnya sekitar 1, 5 meter. Nuryadi dari komunitas angklung Gelarkulud mengatakan bahwa angklung ini disebut angklung dogdog lojor. Satu perangkat angklung terdiri dari gonggong, panemebal, inclok, kingking, loer, dan dogdog lojor. Jika dimainkan akan menghasilkan perbaduan instrumental yang indah.

“Sejak zaman nenek moyang, angklung sudah digunakan untuk berbagai perayaan. Salah satunya perayaan panen padi seperti ini, dan sampai sekarang masih dipakai dan dijaga kelestariannya” Ujar Nuryadi ketua Gelarkulud yang sudah berkecimpung dalam dunia angklung selama 15 tahun.

Seperti halnya angklung, perayaan pesta rakyat harus tetap lestari. Seren Taun yang syarat dengan tradisi ini melambangkan akan pentingnya rasa syukur atas nikmat kekayaan alam yang berlimpah. Sang pencipta melaui alam telah melihatkan kebesaran-Nya. Tradisi turun temurun Seren Taun menjadi kearifan lokal yang perlu dijaga kelestariannya. Leweng hejo, rakyat ngejo (hutan lestari, rakyat sejahtera) merupakan cerminan keseimbangan antara alam dan manusia.

*Dimuat dalam Harian Kompas rubrik Kompas Kampus. Selasa 10 September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s