Semarak Festival Indonesian Youth Conference 2013

Gambar

            Generasi muda memiliki potensi yang besar jika tersalurkan dengan baik. Tentunya kita semua setuju dengan ungkapan bahwa ; Jiwa muda jiwa yang menggebu. Bila melihat kilas balik dari sejarah Indonesia, anak muda menjadi motor penggerak yang mengawali momentum hingga mencapai Reformasi 1998.

Festival Indonesian Youth Conference atau yang disingkat IYC. Kali pertama acara ini digelar pada 2010 dan cukup mendapatkan sambutan positif. Terbukti dari terus diselenggarakannya acara festival IYC dari tahun ke tahun. Kesuksesan inilah yang mendorong penggagasnya untuk membuat Sinergi Muda dan IYC menjadi program utamnya. Sinergi Muda merupakan tempat bagi anak muda untuk berkontribusi  mengembangkan potensi yang dimiliki guna mewujudkan ide dan gagasan.  Sehingga, “changing the world can be fun”.

“Tahun keempat IYC tentunya menjadi ajang kopi darat antara anak muda dengan anak muda lainnya. Juga antara anak muda dengan orang – orang hebat yang akan menjadi pembicara disini”. Ujar Argita Widiasari, Ketua Sinergi Muda ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan IYC 2013.

Acara yang digelar pada 6 Juli yang lalu dihadiri oleh kurang lebih 1000 anak muda dari berbagai Provinsi di Indonesia. Sejak pukul 7 pagi, Upper Room Wisma Nusantara lantai 8 dan 9 sudah dipenuhi oleh anak muda yang mengantri untuk penukaran tiket fisik. Akan ada berbagai hal pembicaraan yang akan dikemas dalam rangkaian seminar diantaranya tentang Politik, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Musik, Media & Jurnalisme, Sejarah, Kesehatan, Hukum, Kreativitas, dan Gerakan Pemuda. Akhir acara di panggung utama akan dibuat bergetar bersama Lamuru Percussions, Traditional Indonesian Martial Arts, The Aftermiles, White Shoes And The Couples Company serta Maliq & D’Essentials.

Ber-tagline ; Saatnya kita beraksi. Membawa kita mewujudkan aspirasi dan menekankan realisasi terhadap konsep yang sudah digagas dalam kepala kita.

“Rangkaian acara Indonesian Youth Conference menjadi ajang kreativitas yang terdorong berkat interaksi antara peserta dengan peserta ataupun dengan narasumber. Serta mengetengahkan kepedulian yang tinggi demi Indonesia yang lebih baik. Saatnya kita beraksi!” RM Randi Rahardian, Ketua Festival IYC.

Selain acara seminar dilengkapi juga dengan Artspace yang memamerkan karya seni dua dimensi dan tiga dimensi. Sebanyak 34 karya dipilih dari sekitar 100 karya untuk dipamerkan selama berlangsungnya acara Indonesian Youth Conference. Karya yang terpilih adalah hasil dari perundingan ketiga kurator yaitu, Oomleo, Anggun Priambodo, dan Natasha Tontey.

“Mengkurasi kurang lebih 100 karya yang masuk membutuhkan waktu sekitar 12 jam, kita bersama – sama mencari karya yang menginspirasi untuk inspirasi kita semua.” Terang Oomleo ketika berbicara tentang proses kurasi untuk pameran.

Salah satu karya dari Arif Mulyadi yang berjudul Impian. Melukiskan tujuh buah kursi yang menyatu dengan tangga sebagai penopangnya. Menurut Arif Mulyadi lukisan ini menggambarkan bahwa semua orang memiliki impian. Tervisualkan dalam sebuah kursi yang menjadi simbol kekuasaan. Kekuasaan terhadap impiannya. Dan sandaran yang menyerupai tangga merupakan bagian untuk mengukur sejauh mana perbuatan baik yang telah kita lakukan serta perjalanan dan rintangan yang akan kita hadapi menuju impian kita.

Selain itu adapula karya berjudul ; Beraksi dan Bersatulah! Merupakan karya dari Febriansyah Ramadhan.  Didalamnya tergambar peta Indonesia yang terpisah menjadi dua sisi. Kemudian disetiap sisinya terdapat orang – orang Indonesia dengan berbagai macam profesi seperti atlit, guru, tentara, petinju, petani, hingga gatot kaca (ikon terkenal dari perwayangan Indonesia) ikut beraksi mendorong peta Indonesia agar bersatu bersama peta Indonesia disisi lainnya. Hingga menjadi Indonesia yang utuh.

Setelah menikmati inspirasi melalu karya seni. Didepan pintu masuk tempat pameran, terdapat stand yang digunakan sebagai Expo Komunitas dan Bazar. Komunitas yang ikut serta anatara lain, Komunitas Historia, Hukum On Air, Komunitas Remaja Batik Indonesia, UIA Hijab Community, Center For Orangutan Production, Hugo Hatta Young Club, Sabang Merauke, dan TIMA.

Fitriani salah satu peserta IYC tahun ini mengatakan manfaat yang  didapat dari seluruh rangkaian acara Festival IYC.

“Belajar banyak tentang passion yang kita tekunin, setelah acara ini aku pengin bikin komunitas yang bisa mewadahi orang – orang yang satu visi dan kita maju sama – sama.” Ujar Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia menambahakan.

Tentunya acara ini menjadi ajang untuk memperluas jaringan, bertemu orang – orang baru serta menambah wawasan guna membuat gagasan tidak hanya berputar dikepala saja. Saatnya kita beraksi!

*Dimuat dalam Harian Kompas rubrik Kompas Kampus. Selasa 30 Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s