Percantik Tidung Dengan Mulung

Gambar

            Pasukan yang mengunakan baju sama hijau sudah melabuh di dermaga Pulau. Disambut dengan pantulan khas sinar matahari pesisir. Tidung memang menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi apalagi di akhir pekan. Perjalanan dari pantai utara Jakarta menuju Pulau Tidung hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Pesona Tidung yang berada di kawasan Kepulauan Seribu nyatanya telah menarik para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika pergi ke Tidung  jangan khawatir untuk akomodasi. Karena telah tersedia homestay yang disewakan oleh warga Tidung. Ada sekitar 101 homestay yang di sewa oleh panitia Gabung Mulung Tidung tahun ini. Pencarian homestay untuk setiap tim dibantu oleh satu guide dari warga sekitar. Satu tim dengan jumlah antara 40 – 50 orang mendapat 3 homestay.

             Setelah beristirahat sejenak di homestay masing – masing. Rombongan Gabung Mulung Tidung yang digagas oleh Kaki Gatel mulai mempersiapkan berkegiatan mulung. Area yang akan dibersihkan dari  sampah non organik adalah di sepanjang pantai Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

“Gabung Mulung Tidung ini sudah menjadi kegiatan yang ke 3 dan tahun ini antusias yang mengikuti GMT mencapai kuranglebih 1400 orang dari berbagai wilayah.” Ujar Bartasan Wauran sebagai Ketua Pelaksana GMT 3.

            Setiap tim dibekali kantung pelastik besar untuk menampung sampah  yang dipungut. Dengan semangat luar biasa. Setiap tim dalam Gabung Mulung Tidung 3 memungut sampah – sampah yang berserakan di tepi – tepi pantai.

Gambar

 “Ternyata sampah sekecil apapun dapat mengurangi keindahan serta merusak alam.” Ujar Meithalita Dewi seorang mahasiswi tingkat 3 Sekolah Tinggi Komunikasi yang menjadi  peserta GMT tahun ini.

Pasalnya sampah – sampah yang terdampar di Pulau Tidung bukanlah sampah dari warga Tidung sendiri. Tetapi  sampah yang hanyut dari Jakarta dan terbawa arus sampai ke sini. Warga Tidung  sudah dibekali pengetahuan akan pentingnya buang sampah pada tempat yang telah disediakan. Dapat kita lihat dengan banyaknya tempat sampah organik dan non organik yang tersedia.

            Dengan tema “Recycle for a better future” Kegiatan mulung yang diikuti sekitar 1400 orang ini  berhasil menyapu bersih kawasan sepanjang pantai Tidung Besar dan Tidung Kecil. Dengan menghasilkan berplastik – plastik besar sampah. Kemudian sampah – sampah  ini dibawa ke Bank sampah yang sudah tersedia di Pulau Tidung untuk diproses lebih lanjut.

Menggalang Buku dan Refreshing

Selain memulung sampah GMT tahun ini  membuat kegiatan peduli lainnya. Yaitu penggalangan buku bacaan dari para peserta. Kemudian disumbangkan untuk mengisi Taman Baca anak – anak di Pulau Tidung. Banyaknya buku yang disumbangkan diharapkan mampu  menarik minat anak – anak untuk membaca. Juga bertambahnya pengetahuan mereka menjadi lebih luas.

            Banyak hal yang bisa kita lakukan di Pulau Tidung. Setelah seharian mulung dan mengumpulkan buku. Sekarang saatnya untuk menikmati keindahan yang disuguhkan.  Salah satunya Jembatan Cinta yang juga menjadi ikon tersendiri bagi Pulau Tidung. Jembatan ini menghubungkan antara pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Konon Jembatan Cinta memiliki mitos, jika melompat dari jembatan ini maka akan cepat mendapatkan jodoh. Benar atau tidaknya semua itu adalah sebuah mitos. Tentunya pemandangan eksotis bisa kita dapati di sini. Berjalan dari Pulau Tidung besar dan menyebrangi laut biru dengan jembatan kayu panjang hingga pulau Tidung Kecil menjadi tempat paling romantis.  Selain itu kita juga bisa melakukan kegiatan lain seperti, snorkeling, naik banana boat, berenang di pantai, main tarik tambang  hingga bersepeda mengelilingi Pulau Tidung.

“Sebuag charity event yang menarik . Selain bisa ikut membantu membersihkan Pulau Tidung dan mengisi Taman Baca. Kita juga bisa berwisata menikmati keindahan Pulau Tidung. Setelahnya lebih menyadari tentag pentingnya masalah kebersihan. Setidaknya menjadi terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya.” Pungkas Faisal Gunawan mahasiswa semester pertama STIE Kesatuan Bogor.  

 

*Dimuat dalam harian Media Indonesia Rubrik MOVE. Minggu 07 Oktober 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s