Tuan Selamat Malam (Balasan dari Nyonya)

Tuan Selamat Malam,

Hujan memang datang tanpa diduga. Sudah musimnya. Potret itu memori berharga bagiku. Aku tidak akan melepaskan sesuatu yang sudah tertata rapih dalam lemari ingatan.

Bukanlah kenangan yang luar biasa. Hanya saja keterlaluan jika dibuang begitu saja. Rasanya sulit untuk keluar dengan tergesa dari labirin yang membuatku bertahun tersesat. Biarkan potret itu luruh dan memudar seiring bergegasnya waktu. Hingga yang tertinggal hanya warna – warna buram dengan makna yang bias. Beranda kita tak ada pagar Tuan, siapapun bisa berdiri dimuka atau pura – pura ikut meneduh, menunggu hujan reda.

Potret itu, banyaknya hanya dua helai saja. Tidak satu album.aku tidak akan melepas potret itu, juga tentu tidak akan melepas Tuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s