Pagi Mentah

Gambar

Saung kecil ini sepertinya menertawakan kita. Bersebelahan membisu melihat bulan pucat. Perjalan licin tadi membuatmu membantuku menopang badan di pematang sawah yang licin. Sandalmu aku pakai, karena sudah hitungan kedua kalinya aku terperosok kesawah. Masih pagi mentah. Ketika jalanan menurun di pematang, diterangi bulan yang malu dan cahaya kecil dari telpon genggam.

Menunggu di tengah padang bulan. Orang – orang kemudian mampir. Membawa lilin. Kamu berbicara sebentar. Mereka mendengarkan. Lalu pergi. Kita tidak sedang bercandle light dinner. Efek cahaya bulan yang memantulkan bayangan alam yang manis. Atau  dirimu yang terlihat samar tanpa penerangan menjadi siluet yang tak mudah untuk diabaikan begitu saja.

Pagi Mentah 3.00 a.m (24 Februari) bersama AJ saat ospek primordial.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s